Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Barat Iman Teguh Adianoto bersama Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Deny Haryadi dan Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Sonny Prabowo memimpin pelaksanaan Operasi Wira Waspada 2026, Cirebon, Selasa (8/4/2026). Foto: Humas Kanim Cirebon.

Imigrasi Cirebon Laksanakan Operasi Wira Waspada 2026, Pengawasan Orang Asing di Empat Wilayah

CIREBON — Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon melaksanakan Operasi Wira Waspada 2026 pada tanggal 8–9 April 2026 sebagai bagian dari operasi pengawasan orang asing yang dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia.

Operasi ini secara resmi dibuka dan dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Barat, Iman Teguh Adianoto, yang didampingi oleh Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Deny Haryadi serta Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon. Sonny Prabowo.

Pengawasan dilaksanakan di empat wilayah kerja, meliputi Kabupaten Indramayu, Kota Cirebon, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Cirebon.
0X8A2273

Petugas Imigrasi melakukan pemeriksaan dokumen perjalanan dan izin tinggal Warga Negara Asing sebagai bagian dari pelaksanaan Operasi Wira Waspada 2026, Cirebon, Selasa (8/4/2026). Foto: Humas Kanim Cirebon.

Dalam operasi tersebut, petugas melakukan pemeriksaan administratif terhadap dokumen perjalanan dan izin tinggal Warga Negara Asing (WNA), serta peninjauan langsung terhadap aktivitas yang dilakukan guna memastikan kesesuaian dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam arahannya, Iman Teguh Adianoto menegaskan bahwa Operasi Wira Waspada merupakan langkah strategis dalam memperkuat pengawasan terhadap keberadaan orang asing di Indonesia.

"Operasi ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memastikan setiap orang asing yang berada di wilayah Indonesia mematuhi ketentuan hukum yang berlaku. Pengawasan ini tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga untuk menjaga stabilitas keamanan serta mendukung iklim investasi yang kondusif," ujar Iman.

Operasi Wira Waspada menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Direktorat Jenderal Imigrasi dalam menjaga ketertiban administrasi keimigrasian. Selain itu, pelaksanaan kegiatan juga dilakukan secara profesional dan humanis dengan tetap menjunjung tinggi prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pengawasan terhadap orang asing di wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon dapat berjalan optimal, sehingga turut mendukung terciptanya situasi yang aman, tertib, serta kondusif bagi masyarakat dan dunia usaha.

Direktur Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Direktorat Jenderal Imigrasi Suhendra bersama Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon Komang Trisna Diatmika melakukan peninjauan kesiapan pelayanan keimigrasian menjelang musim haji di Bandara Internasional Kertajati, Majalengka, Kamis (9/4/2026). Foto: Humas Kanim Cirebon.

Monitoring dan Evaluasi Kesiapan Pelayanan Keimigrasian Menjelang Pelaksanaan Ibadah Haji Tahun 2026 di Bandara International Kertajati, Majalengka

MAJALENGKA — Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon, Komang Trisna Diatmika, menerima kunjungan kerja Direktur Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Direktorat Jenderal Imigrasi, Suhendra, dalam rangka monitoring dan evaluasi kesiapan pelayanan keimigrasian menjelang pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 di Bandara Internasional Kertajati, Majalengka, Kamis (9/4/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memastikan kesiapan layanan keimigrasian dalam menghadapi peningkatan volume keberangkatan calon jemaah haji, khususnya pada periode puncak operasional.

Dalam kunjungan tersebut, Suhendra melakukan peninjauan langsung terhadap alur layanan keimigrasian serta kelayakan sarana dan prasarana. Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan bahwa proses pemeriksaan keimigrasian dapat berjalan secara lancar, tertib, dan memberikan kenyamanan bagi calon jemaah haji.

Sejumlah aspek strategis turut menjadi perhatian, di antaranya kondisi ruang server sebagai pusat pengelolaan sistem keimigrasian, ketersediaan dan penataan pembatas jalur antrean, serta kesiapan jumlah dan penempatan petugas imigrasi. Hal ini dinilai krusial mengingat tingginya intensitas pelayanan selama musim haji yang membutuhkan dukungan optimal dari sisi sumber daya manusia maupun infrastruktur.

Selain itu, disampaikan pula arahan terkait optimalisasi sarana pendukung, khususnya penggantian perangkat pengatur suhu (AC) pada ruang server guna menjaga stabilitas sistem dan mengantisipasi potensi gangguan teknis selama operasional berlangsung.

Berdasarkan hasil peninjauan, Beliau menyampaikan bahwa Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon bersama Bandara Internasional Kertajati dinilai telah siap dalam mendukung kelancaran proses keimigrasian bagi calon jemaah haji tahun 2026.

Kunjungan kerja ini menegaskan komitmen Direktorat Jenderal Imigrasi dalam menjaga kualitas pelayanan publik tetap prima, khususnya dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji. Dengan kesiapan yang matang, diharapkan seluruh proses keimigrasian di Bandara Internasional Kertajati dapat berjalan secara optimal dan memberikan pengalaman pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.

Petugas Imigrasi memeriksa paspor penumpang di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) bandara. Foto: Humas Direktorat Jenderal Imigrasi

Imigrasi Berlakukan WFH pada hari Jumat, Layanan Keimigrasian Tetap Beroperasi Normal

JAKARTA - Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan mulai memberlakukan kebijakan Bekerja dari Rumah (Work From Home/WFH) pada hari Jumat bagi Aparatur Sipil Negara yang menjalankan tugas dukungan manajemen dan/atau tugas administratif. Kebijakan ini mengacu pada Surat Edaran Menteri PAN-RB Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Tugas Kedinasan Bagi Pegawai ASN di Instansi Pemerintah dan Surat Edaran Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Nomor 2 Tahun 2026 dan berlaku mulai Jumat (10/4/2026).

WhatsApp Image 2026 04 10 at 09.26.51 1

Penumpang di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) bandara memanfaatkan fasilitas autogate. Foto: Humas Direktorat Jenderal Imigrasi Republik Indonesia.


Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, menegaskan bahwa kebijakan ini untuk mendukung pengelolaan dan pemanfaatan energi secara lebih efisien, serta menjamin perlindungan dan pengelolaan lingkungan yang berorientasi jangka panjang.
"Kami memastikan bahwa operasional layanan keimigrasian tidak akan terganggu. WFH diperuntukkan bagi ASN yang melaksanakan tugas dukungan manajemen. Untuk petugas layanan ataupun yang melakukan pengawasan keimigrasian, tetap bekerja sebagaimana biasa," ujar Hendarsam pada Rabu (8/4/2026).
ASN yang tetap bertugas seperti biasa di hari Jumat meliputi seluruh personel yang bertugas di Kantor Imigrasi (pelayanan paspor dan izin tinggal), tempat pemeriksaan imigrasi (TPI) di bandara internasional, pelabuhan, dan pos lintas batas negara serta unit intelijen dan pengawasan keimigrasian.
Ditjen Imigrasi juga melakukan pengawasan ketat terhadap efektivitas kerja pegawai yang menjalankan WFH. Setiap atasan langsung diwajibkan memantau hasil kerja harian guna memastikan produktivitas tetap terjaga meskipun tidak berada di kantor secara fisik.
Sebagai penutup, Hendarsam Marantoko memberikan pesan bagi seluruh jajaran Imigrasi di seluruh Indonesia untuk tetap memprioritaskan kepentingan publik.
"Kepentingan masyarakat adalah prioritas utama. Saya menginstruksikan kepada seluruh kepala kantor wilayah, kepala kantor imigrasi dan kepala rumah detensi imigrasi untuk memantau langsung di lapangan dan memastikan layanan tetap berjalan dengan cepat, transparan, dan tanpa hambatan. Pelaksanaan WFH tidak boleh sampai mengurangi kualitas pelayanan yang selama ini kita bangun," pungkas Hendarsam.

 

WhatsApp Image 2026 04 10 at 09.26.51

Petugas Imigrasi memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam proses permohonan paspor. Foto: Humas Direktorat Jenderal Imigrasi Republik Indonesia.

Pegawai Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon saat mengikuti pemeriksaan kesehatan dalam kegiatan Medical Check Up (MCU) di lingkungan kantor, Cirebon, Selasa (7/4/2026). Foto: Humas Kanim Cirebon.

Imigrasi Cirebon Ikuti Tiga Agenda Sekaligus: Evaluasi TPI Udara, Arahan Kakanwil Ditjenim Jawa Barat, dan Medical Check Up Seluruh Pegawai

CIREBON — Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon mengikuti tiga agenda dalam satu hari pada Selasa, 7 April 2026, yang mencakup kegiatan evaluasi teknis Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) udara, pengarahan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Barat, serta pelaksanaan Medical Check Up (MCU) bagi seluruh pegawai.

Kegiatan yang berlangsung secara simultan tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat aspek teknis operasional, serta menjaga sinergi dan kinerja organisasi.

Evaluasi Teknis Tempat Pemeriksaan Imigrasi Udara

Pada hari yang sama, Kepala Seksi Lalu Lintas Keimigrasian, Syachrudin, S.Kom., bersama beberapa pegawai mengikuti kegiatan zoom meeting terkait evaluasi teknis Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) udara yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi.

Dalam agenda tersebut, peserta mendapatkan penguatan terkait aspek teknis pelaksanaan pemeriksaan keimigrasian di wilayah udara, mulai dari standar operasional, mekanisme pengawasan lalu lintas orang, hingga berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan. Kegiatan ini juga menjadi forum evaluasi bersama guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas pengawasan keimigrasian.

evaluasi

Kepala Seksi Lalu Lintas Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon Syachrudin, S.Kom., bersama pegawai Lalu Lintas Keimigrasian saat mengikuti kegiatan evaluasi teknis Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) udara secara daring melalui Zoom, Cirebon, Selasa (7/4/2026). Foto: Humas Kanim Cirebon.

Arahan Kepala Kantor Wilayah Ditjenim Jawa Barat

Selain itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon, Komang Trisna Diatmika, bersama para pejabat struktural mengikuti pengarahan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Barat, Jaya Saputra, yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom.

Dalam arahannya, Jaya Saputra menekankan pentingnya peningkatan kinerja, penguatan integritas, serta inovasi dalam pelayanan publik. Sinergi antar unit kerja juga menjadi perhatian utama, seiring dengan tuntutan tugas keimigrasian yang semakin dinamis dan kompleks.

Menanggapi hal tersebut, Komang Trisna Diatmika menyampaikan bahwa seluruh arahan yang diberikan akan menjadi perhatian untuk terus meningkatkan kualitas kinerja di lingkungan Kantor Imigrasi Cirebon.

0X8A2027

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon Komang Trisna Diatmika bersama jajaran pejabat struktural mengikuti pengarahan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Barat secara daring melalui Zoom, Cirebon, Selasa (7/4/2026). Foto: Humas Kanim Cirebon.

 

Medical Check Up Seluruh Pegawai

Sementara itu, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon juga melaksanakan kegiatan Medical Check Up (MCU) lengkap bagi seluruh pegawai sebagai langkah preventif dalam menjaga kesehatan dan kebugaran.

Kegiatan yang dilaksanakan bekerja sama dengan Paramitha Laboratorium ini berlangsung di lingkungan kantor dan diikuti oleh seluruh pegawai dengan tertib dan antusias. Pelaksanaan MCU dilakukan secara menyeluruh untuk mengetahui kondisi kesehatan secara umum.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pegawai Kntor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon dapat mengetahui kondisi kesehatannya secara menyeluruh serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan secara berkala. Kondisi fisik yang prima menjadi faktor penting dalam menunjang kinerja, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat terus diberikan secara optimal.
0X8A2006

Petugas medis melakukan pemeriksaan kesehatan kepada pegawai dalam rangka Medical Check Up (MCU) sebagai upaya menjaga kondisi fisik dan kebugaran pegawai, Cirebon, Selasa (7/4/2026). Foto: Humas Kanim Cirebon.

Imigrasi di Era Yuldi Yusman: Rekor PNBP dan Penguatan Penegakan Hukum

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Imigrasi Yuldi Yusman. Foto: Humas Ditjen Imigrasi.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Imigrasi Yuldi Yusman. Foto: Humas Ditjen Imigrasi.

JAKARTA - Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi mencatat capaian kinerja signifikan selama masa kepemimpinan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman. Dalam masa kepemimpinannya, yang berlangsung sejak 23 April 2025, Imigrasi berhasil mencatat Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp10,4 triliun (per Desember 2025), menjadikannya rekor tertinggi sepanjang sejarah Imigrasi. Angka tersebut setara 155% dari target 2025 sebesar Rp6,55 triliun, sekaligus meningkat 18% dibandingkan dengan capaian tahun 2024, yaitu Rp8,62 triliun. Capaian tersebut didorong oleh tingginya layanan keimigrasian kepada masyarakat dan warga negara asing, antara lain melalui penerbitan 4.033.676 paspor, 7.551.371 visa, dan 1.369.012 izin tinggal sepanjang tahun 2025.

Selain kontribusi signifikan terhadap penerimaan negara, Ditjen Imigrasi juga memperkuat fungsi pengawasan dan penegakan hukum keimigrasian. Sepanjang tahun 2025, Imigrasi mengeksekusi hingga 16.006 tindakan administratif keimigrasian (TAK) serta 136 perkara tindak pidana keimigrasian, dengan 68 orang tersangka telah memperoleh putusan pengadilan. Operasi pengawasan dilakukan secara intensif melalui berbagai kegiatan, termasuk Operasi Wira Waspada yang digelar serentak di seluruh Indonesia serta patroli keimigrasian di sejumlah wilayah dengan tingkat kerawanan pelanggaran yang tinggi. Dalam beberapa operasi tersebut, ratusan warga negara asing teridentifikasi melakukan pelanggaran seperti penyalahgunaan izin tinggal, penggunaan sponsor fiktif, hingga masuk ke wilayah Indonesia secara tidak sah.

“Penegakan hukum keimigrasian merupakan bagian penting dari upaya menjaga kedaulatan negara. Kami memastikan bahwa setiap warga negara asing yang berada di Indonesia mematuhi ketentuan hukum yang berlaku, ” ujar Yuldi Yusman.

Selain pengawasan keimigrasian, tambah Yuldi, penegakan hukum keimigrasian dilakukan melalui penerapan Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA), Desa Binaan Imigrasi serta Forum Komunikasi Penanganan Deteni dan Pengungsi (Forkopminda). Ketiga program tersebut melibatkan kerja sama intensif dengan stakeholders Imigrasi, antara lain pengelola penginapan/hotel, perangkat desa dan pemerintah daerah.Di sisi lain, Imigrasi juga terus melakukan transformasi layanan publik melalui berbagai inovasi berbasis teknologi. Salah satu terobosan yang dihadirkan adalah aplikasi deklarasi kedatangan internasional All Indonesia yang mengintegrasikan layanan imigrasi, bea cukai, kesehatan, dan karantina dalam satu sistem digital untuk mempermudah proses kedatangan penumpang internasional.

Selain itu, Ditjen Imigrasi juga memperkenalkan kebijakan Global Citizen of Indonesia (GCI), yaitu pemberian izin tinggal tetap tanpa batas waktu bagi warga negara asing yang memiliki hubungan darah, kekerabatan, atau keterikatan historis dengan Indonesia, seperti eks WNI, keturunan WNI, maupun pasangan WNI. Kebijakan ini diharapkan membuka ruang kontribusi yang lebih luas bagi diaspora dan individu yang memiliki keterkaitan dengan Indonesia.

Berbagai inovasi lain turut diperkuat, seperti penerapan teknologi autogate di sejumlah bandara internasional, penggunaan body camera bagi petugas imigrasi, hingga pembentukan Passenger Analysis Unit (PAU) untuk meningkatkan kemampuan analisis pergerakan penumpang secara real-time di Tempat Pemeriksaan Imigrasi. Di bidang pelayanan publik, Ditjen Imigrasi juga memperluas jangkauan layanan dengan menambah 18 kantor imigrasi baru di berbagai wilayah Indonesia, sehingga total kantor imigrasi kini mencapai 151 unit. Langkah ini bertujuan mendekatkan layanan keimigrasian kepada masyarakat sekaligus memperkuat pengawasan orang asing hingga ke daerah. Menjelang berakhirnya masa tugasnya sebagai Plt Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Imigrasi di pusat maupun daerah yang telah bekerja secara profesional dalam menjalankan tugas pelayanan dan pengawasan keimigrasian.

“Seluruh capaian ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh insan Imigrasi di Indonesia. Ke depan, saya berharap fondasi yang telah dibangun dapat terus diperkuat sehingga Imigrasi semakin profesional, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi negara, ” tutup Yuldi.

Subcategories


Warning: Undefined property: stdClass::$id in /var/www/html/plugins/content/pdf_embed/pdf_embed.php on line 95

Warning: Undefined property: stdClass::$id in /var/www/html/plugins/content/pdf_embed/pdf_embed.php on line 95

Warning: Undefined property: stdClass::$id in /var/www/html/plugins/content/pdf_embed/pdf_embed.php on line 95

Warning: Undefined property: stdClass::$id in /var/www/html/plugins/content/pdf_embed/pdf_embed.php on line 95

TANGERANG – Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi mencanangkankan strategi optimalisasi layanan dan infrastruktur untuk mewujudkan ekosistem digital, melalui Rapat Koordinasi Pimpinan Tinggi Imigrasi Tahun 2026 yang digelar di Tangerang, Kamis (22/01/2026). Mengusung tema "Optimalisasi Layanan, Penegakan Hukum, dan Infrastruktur dalam Mewujudkan Ekosistem Digital Keimigrasian", forum ini menjadi wadah penyelarasan strategi transformasi institusi dengan tujuan meningkatkan standar layanan Imigrasi dan mendukung prioritas nasional.

Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (IMIPAS), Silmy Karim, dalam arahannya menegaskan bahwa prestasi yang diraih imigrasi di tahun-tahun sebelumnya adalah buah dari kerja keras dan inovasi progresif. Ia mengingatkan bahwa untuk dapat memperkuat peran institusi, petugas Imigrasi harus siap mengerahkan seluruh tenaga.

“Kita sudah memulai dengan All Indonesia. Sistem yang mempermudah dan mempercepat perlintasan ini adalah hasil perjalanan panjang Imigrasi. Sekitar dua tahun kita berproses dalam menginisiasi dan membangun integrasi sistem dengan kementerian/lembaga lain, sekarang sudah berhasil terwujud. Saya senantiasa mengingatkan petugas Imigrasi, jangan pernah lelah untuk memperbesar dan menguatkan peran institusi. Kalau bisa, kita menjadi percontohan bagi lembaga lain,” tegasnya.

 

Transformasi Digital dan Modernisasi Infrastruktur

Plt. Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman, menjelaskan bahwa fokus utama tahun 2026 adalah penyelarasan kebijakan Pemerintah dengan Program Aksi Imigrasi. Hal ini mencakup penguatan layanan berbasis digital dan modernisasi fasilitas di pintu gerbang negara.

“Tahun ini, kami berencana memodernisasi sarana dan prasarana di berbagai Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI), termasuk penambahan unit autogate di sejumlah bandara, pelabuhan laut, Pos Lintas Batas Negara (PLBN), hingga peningkatan fasilitas Pos Lintas Batas Tradisional (PLBT). Selain pemerataan fasilitas, Imigrasi juga mengusung sustainable business process, dengan Energi Baru Terbarukan (EBT) melalui pemanfaatan panel surya di wilayah perbatasan dan 3T (tertinggal, terdepan, terluar),” ujar Yuldi.

Selain aspek pelayanan, aspek penegakan hukum menjadi pilar utama. Imigrasi berupaya menjadi garda terdepan dalam pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM) melalui penguatan program Desa Binaan untuk edukasi masyarakat. Hal ini turut menjadi pembahasan dalam Rakor 2026 selain peran imigrasi dalam mendukung iklim investasi di Indonesia melalui penyederhanaan regulasi visa dan izin tinggal bagi investor, serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan bakti sosial bagi masyarakat di sekitar unit pelaksana teknis (UPT) Imigrasi.

 

Penguatan Tata Kelola Organisasi

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Kementerian IMIPAS, Asep Kurnia menekankan pentingnya penguatan tata kelola organisasi. Asep menyampaikan perlunya melakukan pembentukan struktur baru yang mendukung perencanaan strategis fungsi teknis keimigrasian, mengingat beban kerja keimigrasian yang semakin bertambah.

“Nanti kita akan usulkan untuk penambahan satu direktorat lagi berkaitan dengan sistem dan strategi kebijakan keimigrasian, yang berkaitan dengan penyusunan rencana program mungkin nanti bisa dikerjakan oleh direktorat tersebut,” papar Asep.

Selain penguatan tata kelola organisasi, Rakor ini turut menghadirkan perspektif dari pakar eksternal untuk memastikan ekosistem digital yang disasar imigrasi berjalan aman dan selaras dengan kepentingan nasional. Sandiman Ahli Madya Badan Siber dan Sandi Negara, Frizka Ferina, serta Direktur Pembinaan Ketertiban Masyarakat Korbinmas Baharkam POLRI - Rudi Syafruddin, memberikan pembekalan strategis terkait pengamanan ruang siber dan sinergi penegakan hukum demi menjaga integritas data serta ketertiban masyarakat di lingkungan keimigrasian.

Sebagai penutup, Silmy berpesan “Ke depan, sesuai arahan Menteri, Imigrasi diinstruksikan melakukan penguatan ekosistem digital dan modernisasi infrastruktur. Kita harus berdiri di garda terdepan dalam mencegah TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang) dan TPPM (Tindak Pidana Penyelundupan Manusia). Pengakuan internasional yang kita terima di tahun 2025, termasuk dari Skytrax terkait pelayanan keimigrasian Bandara Soekarno-Hatta yang menjadi terbaik ke-10 di dunia, harus menjadi pelecut semangat untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat,” pungkas Wamen Imipas.

 
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon
Kantor Wilayah Ditjenim Jawa Barat
PikPng.com school icon png 2780725   Jl. Sultan Ageng Tirtayasa No.51, RT.03/RW.04, Kedungdawa, Kec. Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat 45153
PikPng.com phone icon png 604605   082223272829
PikPng.com email png 581646   Email Kehumasan
    kanim_cirebon@imigrasi.go.id
PikPng.com email png 581646   Email Pengaduan
    kanim_cirebon@imigrasi.go.id

 

facebook kemenkumham   twitter kemenkumham   instagram kemenkumham   linked in kemenkumham   Youtube kemenkumham   rss kemenkumham
logouptpas
 
KANTOR IMIGRASI 
KELAS I TPI CIREBON
PROVINSI JAWA BARAT


PikPng.com twitter logo black png 2144802ck PikPng.com round instagram logo png 3893515ck PikPng.com linkedin icon png 572881ck PikPng.com white youtube logo png 2884321ck rss 48ck

  Jl. Sultan Ageng Tirtayasa No. 51, RT.03/RW.04, Kedungdawa, Kec. Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat 45153
  082223272829
PikPng.com email png 581646   kanim_cirebon@imigrasi.go.id
PikPng.com email png 581646   kanim_cirebon@imigrasi.go.id

Copyright © Pusat Data dan Teknologi Informasi
Kemenkumham RI